Jesus love u as u are

Jesus love u as u are
The thief comes only in order to steal and kill and destroy. Jesus came that they may have and enjoy life, and have it in abundance (to the full, till it overflows).

Minggu, 19 Juni 2011

Kisah si anak teladan dari China

Wajib baca nihhh Kisah nyata seorang anak kecil di cHINA, namanya Zhang Da, anak cowo yg cuma berumur 10 thn tp uda ditinggal ama mama nya :( huaaaa @@ sedi baca nya. Gw merasa bersyukur masi bisa tumbuh besar dlm pelukan mama, sedangkan dia harus berjuang seorang diri utk menghadapi dunia yg keras ini.. dan dia dinobatkan sbg ANak teladan di Negri China. Mungkin uda ada yg pernah baca, tp gw mau sharing cerita ini biar kita tau klo kita yg masi pny mama tu sangattt sangat beruntung. So,sayangilah org tua kita karena mereka adalah anugrah Tuhan yg paling berharga :)

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.
Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.
Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, iaHidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.
Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.
Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?
Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."
Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,
"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?
Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.


Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.
Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Gw baca kisah diatas benar benar tersentuh dan jg buat gw malu, malu krn gw aja kalah dg mental anak kecil. Dia tau klo dia harus bisa berjuang utk mempertahankan hidup dia dan jg papanya yg sakit... Dan Tuhan bnr2 ga ninggalin dia meskipun ga ada yg menjaga dia sejak kecil, gw percaya bangett klo Tuhan slalu menjaga dia dan anak ini tumbuh menjadi anak yg luar biasa, mandiri dan ga mengeluh dg kondisi papanya yg ga bisa kerja dan melakukan apa2 utk bantu dia :(
Paling sediiii pas dia dtanya "mau apaaa?" mau uang utk kuliah? atau apapun juga itu akan dibantu oleh org2 yg CARE ama zhang da.."
Tapi dia ga minta apa apa, dia ga meminta materi dan apapun yg bisa disediakan dunia ini utk dia.. dia cuma mau seorang MAMA, dia memerlukan kehangatan seorang mama yg menjaga dia pas lg sakit, yg menyiapkan sarapan utk dia, yg menemani dia pergi ke sekolah, seorang mama yg setiap saat memeluk nya dan bangga padanya...
Tapi dia ga bisa merasakan proses proses pertumbuhan dia bersama dgn mama nya..
:(
Tp gw percaya..Mama nya akan sangat bangga dgn anaknya, mungkin jg mama nya nyesal uda ninggalin dia krn seorang anak yg dilahirkan dari rahimnya adalah anak yg luar biasa...
Itulah kebahagiaan seorang MAMa ketika melihat anaknya tumbuh menjadi anak yg baik dan taat, anak yg membalas semuaa jasa mama nya tidak dg materi tapi dengan hatii yg tulus, dan mencintai mama nya meskipun mama uda tua dan ga bisa berbuat apa apa lg.. hixxxx
I love u, mom..
Thx utk semua yg uda mama lakukan... meskipun aku ga bisa dibelikan barang2 yg bagus spt tmn2 ku, meskipun aku ga bisa mencicipi pendidikan diluar negri, meskipun aku ga pernah dibelikan boneka barbie sewaktu kecil tapiii pengorbanan mama itu jauuhhh lebih berarti dari apapun yg bisa diberikan oleh dunia.

Mom, you're a wonderful mother,
So gentle, yet so strong.
The many ways you show you care
Always make me feel I belong.
You're patient when I'm foolish;
You give guidance when I ask;
It seems you can do most anything;
You're the master of every task.
You're a dependable source of comfort;
You're my cushion when I fall.
You help in times of trouble;
You support me whenever I call.
I love you more than you know;
You have my total respect.
If I had my choice of mothers,
You'd be the one I'd select!

By: Joanna Fuchs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini