Jesus love u as u are

Jesus love u as u are
The thief comes only in order to steal and kill and destroy. Jesus came that they may have and enjoy life, and have it in abundance (to the full, till it overflows).

Senin, 28 Maret 2011

The Last Supper

Waduh da cape-cape ngetik, ilang tulisan gw -.-"
ulang dech ngetik lagi hahaha
Kemarin gw dapat buku dari tmn gw, dimana disana tuh ada ngebahas tentang perjamuan malam terakhir yang dengan posisi duduk yang berbeda dan ada makna nya.. Jadi berhubung lagi mau Paskah gw mau bahas tentang Perjamuan Malam Terakhir antara Yesus dengan murid-murid Nya..


Semua org pasti uda tau donk tentang Paskah, dimana Yesus mengadakan makan malam terakhir dengan murid-muridNya dan juga Yesus membasuh kaki murid-muridNya sebelum makan malam bersama..
woww... Tuhan Yesus yg layak kita agungkan itu rela melakukan hal itu hanya utk menunjukkan bahwa Ia begitu mengasihi murid-muridNya dan merendahkan hatiNya di hadapan murid-muridNya...
Yohanes 13 : 13-14
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu."


Bahkan ketika Ia membasuh kaki Yudas Iskariot yg mengkhianatinya,,Yesus juga melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia bahkan menundukkan wajah kudus-Nya hingga ke atas kaki sang pengkhianat, dan dengan suara lirih Ia memintanya sekarang, setidak-tidaknya, masuk ke dalam dirinya sendiri, sebab ia telah menjadi seorang pengkhianat tanpa iman sepanjang tahun lalu. Yudas tampaknya sengaja tak mengindahkan apapun yang dikatakan-Nya, dan mulai berbicara kepada Yohanes, sehingga Petrus naik pitam dan berteriak, “Yudas, Guru berbicara kepadamu!” Maka Yudas menanggapi Tuhan kita dengan suatu perkataan yang samar dan mengambang, seperti, “Ya Tuhan, jangan lakukan!” Yang lain, tidak tahu bahwa Yesus berbicara kepada Yudas, sebab perkataan-Nya diucapkan dengan sangat lirih agar tak terdengar oleh mereka, disamping itu mereka semua sibuk mengenakan kembali sepatu mereka. Tak ada dari rangkaian peristiwa Sengsara yang begitu mendukakan hati Yesus demikian hebat selain dari pengkhianatan Yudas.


The Last Supper atau Perjamuan Malam Terakhir adalah saat makan Paskah terakhir yang Yesus nikmati bersama dengan kedua belas muridNya.
Hari itu, hari pertama Hari Raya Roti Tidak Beragi, Yesus mengadakan perjamuan makan bersama bersama dengan murid-muridNya. Yesus memecahkan roti dan berkata, "Inilah tubuhKu yang dserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Lalu Yesus mengambil cawan anggur dan berkata, "Cawan ini dalah adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu." Yesus sudah tahu bahwa ini merupakan makan malam terakhirNya dengan para muridNya. Ia pun tahu bahwa Yudas Iskariot, muridNya, telah menjualNya dengan harga 30 uang perak kepada para Imam kepala dan kepala-kepala Bait Allah. Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa salah satu diantara mereka akan mengkhianatinya. Murid-muridNya pun terheran-heran dan bertanya-tanya, siapakah yang ingin mengkhianati Yesus? Yesus memberi isyarat kepada murid-muridNya, namun tak seorang pun mengerti apa yang diisyaratkan oleh Yesus itu.


 Selain itu, yang ingin gw bahas dan menjadi perhatian kita disini adalah posisi duduk pada saat perjamuan itu. Selama berabad-abad, kita menerima gambaran posisi duduk Yesus dan murid-muridNya seperti yang dilukiskan oleh Leonardo Da Vinci, dimana Yesus digambarkan berada di tengah-tengah para muridNya.





Namun,belakangan ini ada para ahli yang mempelajari posisi duduk pada Perjamuan Malam Terakhir menurut    
Alkitab dan kebiasaan pada zaman Romawi.
Inzet Mansor kali ini menampilkan The Last Supper dalam versi yang berbeda itu. Mereka duduk di sekitar meja pendek yang bersambung yang membentuk seperti huruf "I", yang disebut "triclinium"


ini contoh triclinium dan posisi duduk nya secara lesehan



Sayap kiri dari meja perjamuan (dilihat dari pembaca) merupakan bagian yang paling terhormat. Tuan rumah biasanya menduduki posisi kedua dari ujung meja yang ada di sayap kiri itu. Di sebelah kanan dan kiri dari tuan rumah juga merupakan posisi terhormat.
Pada Perjamuan Malam Terakhir itu, Yesus bertindak sebagai tuan rumah dan Dia duduk di posisi kedua dari ujung meja di sayap kiri itu. Yang berada di ujung meja kiri atau di sebelah kanan Yesus adalah Yohanes. Perkiraan ini didasarkan pada keistimewaan Yohanes sebagai murid yang dikasihi Yesus, sehingga ia mendapat tempat yang terhormat... Mari kita baca ayatnya :


Yohanes 13 : 23
"Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya , bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya."


Disamping itu, Yohanes adalah murid yang termuda, sehingga bisa disuruh-suruh. Sedangkan yang berada di urutan ketiga atau yang disebelah kiri Yesus adalah Yudas Iskariot. Perkiraan ini juga selaras dengan perkataan Yesus,,, mari kita baca lagi ayatnya :
Matius 26 : 23
Ia menjawab : "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku."


Perkataan Yesus itu adalah utk Yudas Iskariot, karena tidak mungkin kan kalo Yudas berada jauh-jauh dari Yesus. Dan juga, sepotong roti yang dicelupkan ke makanan utama biasanya diberikan kepada tamu kehormatan. Yesus mengulang berkali-kali perkataan itu kepada murid-muridNya, tetapi murid-muridNya tidak ada yg mengerti maksud Yesus..


Markus 14 : 20
Ia menjawab : "Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku."


Yohanes 13 : 26
Jawab Yesus : "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot."


Yesus uda terang-terangan bilang ke Yudas tentang pengkhianatan nya dan heran nya murid-murid Yesus tidak ada yg mengerti ucapan Yesus. Yesus malah memberikan kesempatan terakhir kepada Yudas agar berbalik dari rencana jahatnya. Tetapi Yudas kerasukan iblis dan Yesus berkata : "Apa yg hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada yg mengerti dan mereka mengira Yesus menyuruh Yudas membeli keperluan utk perayaan dan membagikan utk org miskin *Yudas yg memegang kas*.


Posisi terakhir yang bisa diperkirakan adalah posisi Petrus, yaitu dia yg berada di ujung meja pada sayap kanan. Hal yg mendasari perkiraan ini, yaitu ketika Yesus membasuh kaki murid-muridNya, Petrus mendapat giliran terakhir. Dasar lain dari perkiraan ini adalah ketika Yesus memberitahu akan ada seorang pengkhianat, Petrus menggunakan bahasa isyarat (Yoh 13:24) meminta Yohanes menanyakan siapa pengkhianat itu kepada Yesus. Posisi paling mungkin untuk berkomunikasi dengan Yohanes tanpa terhalang apapun adalah di ujung sayap kanan.


Sementara makan roti atau minum anggur pada Perjamuan Paskah, mereka duduk tidak pada kursi tetapi secara lesehan dengan badan miring ke kiri untuk menggambarkan bahwa mereka adalah orang-orang bebas karena hanya orang-orang yg bebas dan bangsawan saja yang dapat makan dengan cara seperti itu.


Versi Lain dari Perjamuan Malam Terakhir



Nah berdasarkan fakta-fakta yg dipaparkan para ahli dan menurut bacaan di Alkitab, mungkin juga posisi makan malam terakhir bisa seperti gambar diatas, tapi who knows??  Yang paling penting bukan posisi duduk nya kan, tapi makna dari Paskah itu sendiri dimana Yesus sudah memateraikan kita dengan tubuh dan darahNya agar kita selalu mengingat pengorbanan Tuhan Yesus utk menebus dosa kita..
Meskipun kita jatuh ke lubang dosa, tapi Ia selalu memberikan kesempatan kepada kita utk bertobat,. Sama seperti Yudas Iskariot yg mengkhianatinya , tapi Yesus memberikan kesempatan berulang-ulang kepada Yudas utk segera bertobat.  Meskipun Yesus tau kalo Yudas akan mengkhianatinya, tetapi Ia tidak membencinya dan mengutukinya, malahan Yesus membasuh kaki Yudas dengan penuh kerendahan hati sama seperti murid-murid Nya yg laen..
Sekarang apa yg bisa kita perbuat utk Yesus kalo tidak dengan perbuatan dan sikap kita yg memuliakan namaNya dan membuatNya bangga akan kita.. Rendahkanlah diri kita di hadapan Tuhan dan jadilah teladan bagi sesama kita dengan saling mengasihi satu sama laen.. Bukankah itu yang Yesus inginkan? Karena Yesus mengasihi kita semua, tidak peduli apa latar belakang dan masa lalu kita....


Yohanes 13 : 34
"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi ;  sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it